Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palopo, Abdul Mutakabbir, S.Q., M.Ag., kembali menunjukkan komitmen besarnya terhadap pengembangan literasi akademik di lingkungan kampus. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, ia menyerahkan 12 eksemplar buku karyanya kepada Perpustakaan UIN Palopo. Buku-buku tersebut terdiri atas enam judul berbeda yang diharapkan dapat memperkaya khazanah referensi bagi sivitas akademika.
Langkah inspiratif ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Abdul Mutakabbir telah menyumbangkan delapan buku ke perpustakaan yang sama. Dengan penyerahan terbaru ini, total karya tulisnya yang tersimpan di UIN Palopo semakin bertambah, menjadikannya salah satu kontributor penting dalam memperluas akses ilmu pengetahuan di kampus.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa menulis bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan juga pengabdian ilmiah dan spiritual. “Buku dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya selama dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain. Karena itu, saya ingin karya-karya ini berada di perpustakaan agar mahasiswa bisa mengambil pelajaran darinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Mutakabbir mengungkapkan bahwa sebagian besar bukunya telah tersebar di berbagai perpustakaan luar kampus, namun belum sepenuhnya tersedia di tempat ia mengabdi. Kondisi inilah yang mendorongnya menyerahkan langsung sejumlah karya ke Perpustakaan UIN Palopo, agar lebih mudah dijangkau oleh mahasiswa dan dosen.
Menariknya, empat dari enam judul buku yang disumbangkan merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa BKI. Hal ini menjadi bukti nyata adanya sinergi akademik yang produktif antara dosen dan mahasiswa dalam melahirkan karya ilmiah yang bermanfaat.
“Semoga langkah kecil ini dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa lain untuk terus berkarya, berbagi ilmu, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan literasi di kampus,” tuturnya penuh harap.
Dengan penambahan koleksi ini, Perpustakaan UIN Palopo semakin kaya akan sumber bacaan dan diharapkan mampu memperkuat budaya menulis, membaca, serta berbagi pengetahuan di lingkungan akademik universitas.
