Palopo, 17 Juni 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (HMPS BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar kegiatan Kuliah Tamu dan Talent Mapping bertema “Eksplorasi Diri Mahasiswa BKI dalam Efektivitas Konseling Islam.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025, di Aula Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Palopo.
Kegiatan tersebut menghadirkan dosen, mahasiswa, dan tamu undangan yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam membuka kegiatan dengan sambutan yang menegaskan pentingnya pengenalan potensi diri bagi calon konselor Islam. Ia mengapresiasi panitia pelaksana atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. “Eksplorasi diri merupakan langkah awal bagi calon konselor Islam untuk memahami potensi dan karakter pribadi sebelum membantu orang lain,” ujarnya.
Dalam sesi kuliah tamu, narasumber berkompeten di bidang konseling Islam dan pengembangan diri menyampaikan materi yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara nilai spiritual, emosional, dan sosial dalam praktik konseling. Narasumber mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap dinamika psikologis klien serta mengintegrasikan pendekatan Islami yang humanis dalam proses bimbingan.
HMPS BKI juga mengemas kegiatan dengan sesi Talent Mapping yang membantu mahasiswa mengenali bakat, minat, serta gaya kepribadian masing-masing. Melalui asesmen dan diskusi reflektif, peserta memetakan potensi diri dan menyusun rencana pengembangan pribadi yang sejalan dengan tujuan akademik dan profesional sebagai calon konselor Islam.
Selama kegiatan, suasana interaktif dan partisipatif terus terbangun. Mahasiswa aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pandangan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan sertifikat kepada peserta, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam keberhasilan acara.
Melalui kegiatan ini, HMPS BKI UIN Palopo menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa agar menjadi pribadi yang unggul, reflektif, dan berempati. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mencetak calon konselor Islam yang profesional dan siap berkontribusi dalam membangun kesehatan mental masyarakat.
